Browse Category by Pilkada
Pilkada

Pilgub dan Pilkada Serentak di Jawa Barat

Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Jawa Barat mengemukakan bahwa tahapan Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Barat 2018 akan di mulai pada bulan Agustus 2017 tahun ini.

Ungkapan ketua KPU terkait pilkada dan pilgub Jawa Barat

Tahapan awal akan di mulai dengan perekrutan Panitia Pemilihan Kecamatan [PPK] dan Panitia Pemungutan Suara [PPS], selanjutnya dalam pemuktakiran data pemilihan Bandar togel sgp dan lain-lainnya juga.  Informasi tersebut dikemukakan langsung oleh ketua KPU Provinsi Jawa Barat Yayat Hidayat di Bandung pada tanggal 28 April 2017.

Seusai menghadiri penandatanganan Naskah Perjanjian Hibah Daerah (NPHD) di temui secara langsung untuk mendapatkan dukungan penyelenggaraan Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur di Jawa Barat. Bukan hanya itu saja, namunPilkada Serentak tahun 2018 di 16 kabupaten atau kota, di Gedung Sate Bandung akan di lalukan dalam waktu yang bersamaan.

Yayat Hidayat mengemukakan bahwa tahapan Pilgub Jabar 2018 untuk tahun ini adalah perlu pembuatan pedoman teknis dan penyusunan daftar pemilih. Hal ini di lakukan untuk mempermudah segala sesuatunya dan menghindari kendala yang kemungkinan besar dapat terjadi. Untuk itu perlu adanya persiapan yang matang sejak awal.

Setelah tahap persiapan maka akan masuk ke tahap selanjutnya yakni pelaksanaan yang meliputi pendaftaran pasangan calon, kampanye sampai dengan  perhitungan surat suara. Tentunya ada tahap seleksi calon yang sesuai dengan kriteria yang sudah di tentukan sebelumnya. Tahap ini membutuhkan ketelatenan baik dari panitia maupun calon sendiri. Perhitungan yang matang itu lebih baik untuk kelancaran proses pilkada serentak tersebut.

Penandatanganan Naskah Perjanjian Hibah Daerah (NPHD) oleh Gubernur Jawa Barat

Ketua KPU ini pun memberikan sebuah apresiasi kepada Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan karena mausepakat untuk menandatangani NPHD (Naskah Perjanjian Hibah Daerah ) Pilihan Gubernur Jabar dan Pilkada Serentak di 16 kabupaten atau kota pada tahun 2018 nanti, setelah sebelumnya terdapat terkendala aturan teknis. Namun, kini sudah berjalan dengan lancar.

Hal ini di lakukan karena beberapa alasan tertentu dan juga di lihat dari berbagai segi pertimbangan dan pemikiran yang matang tentunya sehingga di hasilkan perjanjian tersebut, dalam surat NPHD (Naskah Perjanjian Hibah Daerah ) telah tertera secara keseluruhan rincian dana baik anggaran internal maupun eksternal dalam hal lain yang membuat proses pelaksanaannya di lakukan secara serentak.

Apabila di lihat berdasarkan NPHD (Naskah Perjanjian Hibah Daerah ) tersebut ternyata diketahuidalam total anggaran penyelenggaraan Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur di Jawa Barat serta Pilkada Serentak 2018 yang di laksanakan 16 kabupaten atau kota adalah Rp1,687 triliun.Rincian dana Poker Online ini belum pasti namun hanya perkiraan saja, namun ada suatu acuan untuk mempersiapkan dana tersebut.

Setelah di rinci terkait dana, ternyata dana yang di butuhkan lumayan besar angkanya. Ahmad Heryawan sendiri yang secara langsung turun tangan untuk merinci total biaya yang di butuhkan. Dia menuturkan bahwa dalam NPHD dijelaskan total anggaran penyelenggaraan untuk pemilihan Gubernur Jawa Barat dan Pilkada Serentak 2018 di 16 kabupaten kota kota untuk KPU Provinsi Jawa Barat akan menghabiskan dana sekitar Rp1,169 triliun, sedangkan untuk Bawaslu Provinsi Jawa Barat adalah Rp322 miliar dan juga itu untuk unsur lainnya seperti Kepolisian dan TNI. Demikian ulasan tentang rincian biaya dan berita tentang pilkada yang akan di laksanakan oleh masyarakat Jawa Barat, semoga bermanfaat terimakasih.